Kamu Mampu Kok
.
Dan ada lah kesempatan untuk mewujudkan komitmen itu, iya di kompetisi bergengsi ini, Bandung Marching Band Competition, 5-6 November 2016 di Gor Pajajaran, Bandung.
.
Dan banyak cerita di situ, dari awal sebelum mulai latihan, ku termasuk orang yang lama nangkep materi, iya karena basicnya nggak ada. Sampai tiba di waktu seleksi, pelatih menarik komitmen, harus bisa ngluangin waktu latihan lebih dari yang lain dan intinya, aku mah harus terus berusaha.
.
Dan akhirnya latihan berjalan, mulai April. Hampir setiap latihan tuh, namaku nggak alfa dipanggil, kena push up nggak kehitung ugha. Pernah ugha dipisahin dari pemain lain, soalnya lemot amat, ni otak pahamnya. Pernah ugha diusir dari tempat latihan, tapi nggak boleh pulang. Pernah disuruh main di tempat sampah (terus aku main di samping tempat sampah). Sampai pernah dilempar stick drumb di depanku. Kadang ku marah dengan diriku, kenapa kok mereka bisa, tapi ku lama banget loadingnya.
.
Tapi kenapa sih aku masih bertahan ya, aku terkadang bingung, pernah bahkan kepikiran buat sakit aja, biar bisa keluar dari tim ini.
.
Tapi saat itu, seseorang berkata, yang sampai sekarang masih ngena banget,
"Kalian tuh di sini sedang bawa impian satu tim, bukan impian kalian masing-masing aja". Di mana orang yang dateng di sini nyempetin loh buat latihan, jangan sia-siakan mereka, apalagi yang mereka seratus persen dalam latihannya, masak kalian nggak seratus persen, jangan kecewakan mereka. Dan mereka ingin sekali meraih impian mereka bersama kalian di tim ini.
.
Saat ku benar-benar muak, bener-bener nggak kuat dengan situasi saat itu, dia mengingatkan lagi, "kalau udah lelah, coba kalian lihat kebelakang, udah sejauh mana kalian melangkah dan waktu yang kalian habiskan untuk di sini, masa mau menyerah dengan mudah sekarang?". Rugi besar kurasa jika menyerah kala itu.
.
Di saat merasa kekeosan menguasai diri, dia berkata, "ingat kalian di sini bukanlah korban, tapi pejuang" saat yang lain dengan berada di zona aman dan nyaman, tapi kita di sini bisa menyaingi mereka dengan waktu luang yang sedikit. Jadi kalian di sini adalah pejuang sejati.
.
Dan dia selalu mengingatkan bahwa di atas langit masih ada langit, "target semua marching band tuh pasti juara satu, kalian jangan juara satu harus lebih dari itu!" Pokoknya effortnya jangan dibatasi lah. Selalu berikan yang terbaik yang kalian bisa.
.
Dan terakhir, dia bilang, "Kakak nggak mau lihat, ada yang nangis waktu selesai tampil". Kalian jangan sampai menyesal, karena kesalahan kalian waktu tampil, mending yang jelek-jelek waktu latihan, waktu tampilnya tinggal yang bagus aja. Kalian harus main ikhlas dan puas intinya mah.

Comments
Post a Comment